Home

Goa Maria Sendangsono

sr
Terletak di Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, Sendangsono adalah tempat ziarah Goa Maria yang dikelola oleh Paroki St. Maria Lourdes di Promasan, barat laut Yogyakarta.

Sendangsono dapat ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit dari jalan raya Wates dengan melewati jalan yang relatif sempit kecil menuju ke arah barat. Meski relatif sempit dan berliku, namun jalan tersebut bisa dibilang mulus itu bisa dilewati mobil dengan cukup leluasa. Setelah melewati jalan berliku di kaki bukit Menoreh. Anda bisa memilih dua jalur jika ingin menjangkaunya dari pusat kota Yogyakarta, melewati Jalan Godean hingga Sentolo kemudian belok ke kanan, atau melewati Jalan Magelang hingga pertigaan Pasar Muntilan kemudian belok ke kiri. Jaraknya sekitar 45 kilometer, atau satu jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Sebuah pintu dengan dinding samping terbuat dari batu akan mengantar anda masuk ke kompleks ziarah yang luas, terbagi atas kapel-kapel kecil, lokasi Jalan Salib, Gua Maria, pendopo, sungai dan tempat penjualan perlengkapan ibadah. Udara sejuk akan menyapa anda begitu memasuki kompleks ziarah, tak heran sebab kompleks ini ditumbuhi banyak pepohonan. Memasuki komplek ziarah yang luasnya hampir satu hektar ini, peziarah akan melewati jalan salib besar yang dimulai dari gereja yang ada di bagian bawah kompleks Sendangsono. Rute jalan salib kurang lebih berjarak satu kilometer hingga ke pemberhentian terakhir di atas Sendang.

DSC01469
Selain sebagai tempat yang ramai dikunjungi peziarah dari seluruh Indonesia khususnya pada bulan Maria yakni Mei dan bulan Oktober, tempat ini juga digunakan para peziarah untuk mengambil air yang bersumber dari sendang dipercaya berkhasiat menyembuhkan penyakit.

Sendang Sono dinamai berdasarkan letaknya. Sendang berarti mata air, sementara Sono berarti pohon sono, sehingga nama itu menunjukkan bahwa sendang ini terletak di bawah pohon sono. Sendang beserta pohon sono dapat dijumpai dengan berbelok ke kanan dari pintu masuk, sayangnya anda tak bisa melihat sendang dengan leluasa karena bilik sendang kini ditutup dengan kotak kaca. Awalnya, menurut sejumlah sumber, Sendangsono merupakan tempat pemberhentian atau peristirahat sejenak para pejalan kaki dari Kecamatan Borobudur Magelang ke Kecamatan Boro (Kulon Progo) atau sebaliknya. Konon, tempat itu banyak dikunjungi karena keberadaan sendang atau mata air yang muncul di antara dua pohon sono.

Sebelum tahun 1904, sendang ini lebih dikenal dengan nama Sendang Semagung, berfungsi sebagai persinggahan para bhikku yang ingin menuju daerah Boro, wilayah sebelah selatan Sendang Sono. Namun, sejak 20 Mei 1904 atau kedatangan Pastur Van Lith dan pembaptisan 173 warga Kalibawang menggunakan air sendang, tempat ini mulai berubah fungsi sebagai tempat ziarah umat Katholik. Kesejukan dan kenyamanan tempat itu ternyata juga dimanfaatkan untuk bertapa oleh sejumlah rohaniawan Buddha dalam rangka mensucikan dan menyepikan diri.

Nilai spiritualistik muncul dan menguat seiring dengan adanya kepercayaan yang didasarkan pada suatu legenda bahwa tempat itu juga dihuni Dewi Lantamsari dan putra tunggalnya, Den Baguse Samija. Dari situ bisa dilihat bahwa sebenarnya nilai rohani Sendangsono sudah terbangun bahkan sebelum Gereja Katolik berkarya di tempat itu.

Keberadaan Sendangsono tak luput dari peran Romo Van Lith SJ, rohaniawan Belanda yang lama tinggal di Pulau Jawa. Hal itu juga menandakan bahwa Sendangsono tidak bisa dilepaskan dari lingkaran sejarah Gereja Katolik di Pulau Jawa mengingat Romo Van Lith sendiri merupakan salah satu rohaniwan yang menyebarkan ajaran Katolik di Pulau Jawa.

Sejarah Sendangsono

Pada 14 Desember 1904 silam Romo Van Lith membaptis 171 warga setempat dengan air dari kedua pohon sono, termasuk Bapak Barnabas sebagai katekumen pertama. Dua puluh lima tahun kemudian tepatnya 8 Desember 1929 Sendangsono dinyatakan resmi menjadi tempat penziarahan oleh Romo J.B. Prennthaler SJ. Patung Bunda Maria di Sendangsono dipersembahkan oleh Ratu Spanyol yang begitu susahnya diangkat beramai-ramai naik dari bawah Desa Sentolo oleh umat Kalibawang.

Pada 1945 Pemuda Katolik Indonesia berkesempatan berziarah ke Lourdes, dari sana mereka membawa batu tempat penampakan Bunda Maria untuk ditanamkan di bawah kaki Bunda Maria Sendangsono sebagai reliqui sehingga Sendangsono disebut Gua Maria Lourdes Sendang Sono. Dibangun secara bertahap sejak tahun 1974, hanya dengan mengandalkan sumbangan umat. Budayawan dan rohaniawan, YB Mangunwijaya yang memberi sentuhan arsitektur. Konsep pembangunan kompleks Sendangsono ini bernuansa Jawa, ramah lingkungan. Bahan bangunannya memanfaatkan hasil alam.

Tahun 1991, kompleks bangunan Sendangsono mendapat penghargaan arsitektur terbaik dari ikatan arsitek Indonesia, untuk kategori kelompok bangunan khusus. Pada 17 Oktober 2004 dengan diadakan suatu prosesi dan misa ekaristi kudus pada jam 10.00 oleh Mgr. Ign. Suharyo Pr. untuk memperingati 100 tahun Sendangsono.

Data lokasi dan informasi lebih lanjut:

Menggunakan mobil atau motor:

Jika anda dari arah Jogjakarta: silahkan menuju ke arah Godean-Kenteng, Nanggulan. Dari perempatan ini, silahkan berbelok ke arah kanan menuju ke arah Magelang. Ikuti jalan besar ini. Anda akan sampai di Slanden, silahkan belok kiri menuju Gereja Promasan. Anda bisa berhenti di Gereja kemudian jalan salib panjang atau bisa juga terus menuju parkiran sendangsono. Jika tidak, dari Slanden maju sedikit menuju Bendo. Silahkan belok kiri dan langsung menuju parkiran sendangsono.

Jika Anda dari arah Magelang: silahkan mengambil jalan Magelang-Wates. Bisa melalui arah Borobudur atau melalui Muntilan. Kedua jaln ini akan membawa Anda sampai ke Bendo atau Slanden.

Menggunakan kendaraan umum:

Dari arah Jogjakarta: Anda bisa naik bus ke arah Wates. Turun di palbapang, Sentolo. Dari sini silahkan naik bus juruan Magelang. Turun di Slanden atau Bendo. Dari sini anda bisa jalan kaki atau naik angkutan atau naik ojek. Anda juga bisa naik bus ke arah Nangulan. Sampai di sub terminal Nanggulan, silahkan naik bus jurusan Magelang, turun di Slanden atau Bendo.

Jika Anda dari arah Magelang. Silahkan naik bus (dari Magelang atau Muntilan) jurusan Wates. Turun di Bendo atau Slanden.

GOA MARIA BUKIT SENDANGSONO
Alamat: Ds Semagung, Desa Banjaroyo, Kec. Kalibawang, Kab. Kulon Progo, DIY.

Informasi, hubungi:
Paroki Santa Maria Lourdes – PROMASAN
Alamat : Promasan Kalibawang Banjaroya Tromol Pos 02, Yogyakarta 55672 DIY – (0274) 296-9626

 

%d bloggers like this: