Home

Sistem Kalender Masehi

index

Kaleder Romawi yang telah berlaku berabad-abad lamanya yang berpindah tangan dari bangsa ke bangsa, serta mengalami perubahan-perubahan dan perbaikan yang terus menerus, menurut tingkat ilmu pengetahuan bangsa yang menerimanya.

Sistem kalender Masehi (Gregorian) yang sekarang digunakan, berakar dari sistem kalender Julian yang merupakan perbaikan sistem kalender (penanggalan) Romawi. Reformasi kalender ini dilakukan Julius Caesar pada tahun 45 SM dengan bantuan seorang ahli matematika dan astronomi Alexandria yang bernama Sosigenes, dengan mempergunakan panjang satu tahun syamsiah = 365,25 hari. Sistem kalender ini kemudian terkenal dengan sistem kalender Julian.

Penanggalan Masehi atau Miladi diciptakan dan diproklamirkan penggunaannya dengan Numa Pompilus pada tahun berdirinya kerajaan Roma tahun 753 SM. Penanggalan ini berdasarkan pada perubahan musim sebagai akibat peredaran semu matahari, dengan menetapkan panjang satu tahun berumur 366 hari. Bulan pertamanya Maret, karena posisi matahari berada di titik Aries itu terjadi pada bulan Maret.

Kemudian pada tahun 46 SM, menurut penanggalan Numa sudah bulan Juni, tetapi posisi matahari sebenarnya baru pada bulan Maret, sehingga oleh Julius Caesar, penguasa kerajaan Romawi, atas saran dari ahli astronomi Aleksandria yang bernama Sosigenes diperintahkan agar penanggalan Numa tersebut diubah dan disesuaikan dengan posisi matahari yang sebenarnya, yaitu dengan memotong penanggalan yang sedang berjalan sebanyak 90 hari dan menetapkan pedoman baru bahwa satu tahun itu ada 365.25 hari. Bilangan tahun yang tidak habis dibagi empat  sebagai tahun pendek (Basitoh) berumur 365 hari, sedangkan bilangan tahun yang habis di bagi empat adalah tahun panjang  (Kabisat) berumur 366 hari, selisih satu hari ini diberikan pada urutan bulan yang terakhir (waktu itu), yakni bulan Februari. Penanggalan hasil koreksian ini kemudian dikenal dengan Kalender Julius atau Kalender Julian.

Kalender Romawi ini hanya berumur 10 bulan yaitu: Martius (Maret), Aprilis (April), Maius (Mei), Junius (Juni), Quintilis (Juli), Sextilis (Agustus), September (September), October (Oktober), November (Nopember), December (Desember). Berkembang di Romawi sebelum Julius Caesar di kota Antium dan sekitar tahun 700 SM terjadi penambahan menjadi 12 bulan. Nama-nama bulan pada waktu itu yaitu: Martius (31), Aprilis (29), Maius (31), Iunius (29), Quintius (31), Sextilis (29), September (29), October (31), November (29), December (29), Ianuarius (29), Februarius (28). Seperti halnya dengan pemberian nama hari, pemberian nama bulan pada tarikh yang kemudian menjadi tarikh Masehi ini ada kaitannya dengan DEWA bangsa Romawi. Contoh: bulan Martius mengambil nama Dewa Mars, bulan Maius mengambil nama dewa Maia dan bulan Junius mengambil nama Dewa Juno. Sedangkan nama-nama Quintrilis, Sextrilis, September, Oktober, November & December adalah nama yang diberikan berdasarkan angka urutan susunan bulan. Quntrilis berarti bulan kelima, Sextilis bulan keenam, september bulan ketujuh, October bulan kedelapan dan December bulan kesepuluh. Adapun nama bulan Aprilis diambil dari kata Aperiri, sebutan untuk cuaca yang nyaman di dalam musim semi.

Baru  kemudian pada waktu Konsili Nicea I diadakan pada bulan Januari, maka mulai saat itu bulan Januari ditetapkan sebagai bulan yang pertama dan bulan yang terakhir adalah Desember. Sistem ini dikenal dengan nama sistem Yustinian.

Meskipun sudah diadakan koreksi dan perubahan, namun ternyata kalender Julian masih lebih panjang 11 menit 14 detik dari titik musim yang sebenarnya, sehingga sebagai akibatnya kalender itu harus mundur 3 hari setiap 400 tahun.

Pada tahun 1582 ada hal yang menarik perhatian, yaitu saat penentuan wafat Yesus Kristus, yang diyakini oleh orang-orang Kristiani bahwa peristiwa itu jatuh pada hari Minggu setelah bulan purnama yang selalu terjadi segera setelah matahari di titik Aries (tanggal 21 Maret). Tetapi pada waktu itu mereka memperingatinya tidak lagi pada hari Minggu setelah terjadi bulan purnama setelah matahari di titik Aries, namun sudah sudah beberapa hari berlalu.

Hal demikian mengetuk hati Paus Gregorius XIII untuk mengadakan koreksi terhadap sistem penanggalan Justinian yang sudah berlaku agar sesuai dengan posisi matahari yang sebenarnya.

Atas saran Klafius (ahli perbintangan), pada tanggal 4 Oktober 1582 Paus Gregorius XIII memerintahkan agar keesokan harinya tidak dibaca 15 Oktober 1582 dan ditetapkan bahwa peredaran matahari dalam satu tahun itu 365.2425 hari, sehingga ada ketentuan baru, yaitu angka tahun yang tidak habis dibagi 400 atau angka abad yang tidak habis dibagi 4 adalah tahun Basithah (365 hari). Serta ditetapkan bahwa tahun kelahiran Yesus Kristus dijadikan sebagai tahun pertama.

Dengan demikian setiap 4 tahun merupakan satu siklus (1461 hari). Sistem penanggalan ini dikenal dengan Sistem Gregorian. Sistem Gregorian inilah yang berlaku sampai sekarang ini.

Setiap tahun ada 12 bulan, yaitu Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember. Bulan ke 1, 3, 5, 7, 8, 10, dan 12 masing-masing berumur 31 hari, sedang lainnya berumur 30 hari, kecuali bulan ke 2 (Februari) bermur 28 hari pada tahun Basithah (pendek) dan berumur 29 hari pada tahun Kabisat (panjang)

Paus Gregorius XIII adalah salah satu Paus termasyhur yang dimiliki Vatikan. Paus Gregorius XIII mendirikan universitas di Roma, Italia. Universitas itu dipimpin oleh iman-imam Jesuit dan memiliki fakultas-fakultas seperti agama, filsafat, dan hukum. Selain itu, universitas ini memberikan kursus-kursus misionaris dan sejarah gereja.

Paus Gregorius XIII menyetujui penetapan sistem kalender baru yang sebelumnya menggunakan kalender Julian. Perubahan kalender ini diusulkan oleh seorang Doktor dari Napoli, Italia yang bernama Aloysius Lilius pada tanggal 24 Februari 1582. Modifikasi dilakukan karena kalender Julian dianggap sudah tak akurat lagi. Permulaan musim semi (21 Maret) yang semakin maju mengakibatkan perayaan Paskah tidak tepat.

Perbedaan kalender baru ini dengan kalender Julian adalah kalender Julian berlangsung selama 365,25 hari, sehingga setiap satu milenium kalender Julian akan kelebihan 7-8 hari. Masalah ini dipecahkan dengan cara menambahkan hari-hari kabisat, yang membuat perbedaan pada kalender baru ini. Pada kalender Julian, setiap tahun yang dapat dibagi 4 dianggap sebagai tahun kabisat. Tetapi pada kalender Gregorian, tahun yang bisa dibagi 100 hanya dianggap tahun kabisat bila bisa pula dibagi dengan 400. Misalnya tahun 1100, 1300, 1800 bukanlah tahun kabisat, tetapi tahun 800, 1200, 1600 merupakan tahun kabisat. Jadi jangan heran kalau tahun 2100 kelak mempunyai 28 hari pada Bulan Februari.

Setelah ditetapkannya sistem kalender ini, tidak semua negara langsung menganut dan menggunakan sistem kalender ini. Setelah beberapa abad baru mulai banyak negara yang menggunakan sistem penanggalan ini.

Kalender Gregorian merupakan pengganti dari sistem kalender Julian yang sebelumnya dipakai. Kalender ini dinamakan sistem Gregorian karena disahkan oleh Paus Gregory XIII.

Sistem ini dalam penulisan tahun biasanya menggunakan satuan :

  • A.D. atau Anno Domini – atau berarti In the year of (the/Our) Lord atau berasal dari Anno Domini Nostri Iesu (Jesu) Christi yang berarti In the Year of Our Lord Jesus Christ
  • C.E. atau Common Era atau Christian Era, atau Current Era
  • di Indonesia biasanya menggunakan M atau tahun Masehi yang berarti setelah kelahiran Masehi ( dari kata Al-Masih pada Isa Al-Masih )

Untuk menandakan bahwa tahun tersebut menggunakan sistem Gregorian. Dan biasanya terkait dengan sebelum kalender ini dipakai, satuan yang dipakai :

  • BC atau Before Christ
  • BCE atau Before Common Era
  • atau di Indonesia biasa disebut tahun Sebelum Masehi

Sistem Gregorian menggunakan sistem Solar, yang berarti perhitungannya menggunakan matahari sebagai acuannya. Dalam sistem ini, asal nama bulannya adalah sebagai berikut :

  1. Januari/January – Janus : God of Gates, doorways, beginning and ending ( Dewa Gerbang, pintu, awal dan akhir )
  2. Februari/February – Februarius : month of purification, Bulan pensucian. Merupakan bulan terakhir dimana bangsa Roma mengadakan acara pensucian sebelum menjelang tahun baru yang dimulai 1 Maret ( waktu itu bangsa Roma masih menggunakan sistem kalender lama )
  3. Maret/March – Mars : Dewa Perang Roma. Bulan ini sebelumnya adalah bulan pertama pada sistem kalender Roman.
  4. April – berasal dari Aphrodite : Dewi . Ada juga yang mengatakan berasal dari bahasa kuno yang berarti other.
  5. Mei/May – Maia Maiestas : Dewi bangsa Roma
  6. Juni/June – Juno : dewi bangsa Roma, istri Jupiter
  7. Juli/July – Julius Caesar : diktator Roma. Sebelumnya bulan ini bernama Quintilis – atau bulan ke-5 ( sistem kalender Romulus ).
  8. Agustus/August – emperor Roma. Sebelumnya bulan ini bernama Sextilis – atau bulan ke-6
  9. September – septem. Bahasa latin untuk 7.
  10. Oktober/October – octo. Bahasa latin untuk 8.
  11. November – novem. Bahasa latin untuk 9.
  12. Desember/December – decem. Bahasa latin untuk 10.

Jumlah hari kalender ini adalah 365 pada tahun biasa atau 366 pada tahun Kabisat ( Leap Year ). Kalender ini telah diusulkan diganti dengan sistem kalender baru, antara lain dengan sistem kalender :

  • Holocene Calendar
  • International Fixed Calendar / International Perpetual Calendar
  • World Calendar
  • Leap Week Calendar ( Pax, Common-civil-calendar-and-time, symmetry454  )


Perhitungan Tahun Masehi

Tahun Sideris (Tahun Bintang)

Sebagaimana telah diketahui bahwa tahun Masehi itu didasarkan pada peredaran semu matahari pada ekliptiknya sepanjang tahun. Matahari bergeser disepanjang ekliptika itu di antara bintang-bintang yang bertaburan sepanjang lingkaran ekliptika matahari itu. Gugusan-gugusan bintang itu dinamai dengan zodiak atau buruj. Sesuai dengan namanya, maka sebagian dari bintang-bintang itu terdiri dari nama-nama hewan (zoo=hewan). Ekliptika matahari tersebut dibagi atas 12 zodiak yang besarnya masing-masing zodiak adalah 300 yang ditempuh oleh matahari dalam waktu sebulan, dengan arah pergeseran pada ekliptika adalah dari barat ke timur, atau berlawanan dengan putaran semu hariannya, yaitu dari Timur ke Barat.

Jika salah satu di antara bintang-bintang pada lingkaran ekliptika ini kita ambil sebagai titik permulaan bergesernya matahari, maka tatkala matahari itu kembali lagike titik permulaan tadi, berarti matahari telah menempuh penuh sekali putar pada lingkaran ekliptika yang besarnya 3.600 bintang, lamanya 365,25636 hari = 365 hari 6 jam 9 menit 9 detik.

Tahun Tropis (Tahun Musim)

Menurut penelitian para ahli Astronomic telah mengetahui bahwa titik Aries (Titik musim bunga) yaitu salah satu di antara dua titik perpotongan lingkaran ekliptika dengan equator langit, melakukan pergeseran pada lingkaran ekliptika dengan yang lamanya 26.000 tahun skali putar penuh. Jadi satu tahun ditempuh hanya 0’50’’ saja.pergeseran ini disebut pressessi titik Aries. Sebabnya karena titik Aries itu berputar dengan arah Timur ke Barat (Positif), sedangkan matahari bergeser dengan arah Barat ke Timur (Negatif), maka titik Aries pun bergeser seolah-olah menyongsong kedatangan matahari, maka titik tempat berimpitmya matahari dengan titik Aries tidak tetap, melainkan bergeser pula sejauh 0’0’50’’ = 0,01396 pada busur ekliptika tiap tahun dengan arah positif. Maka waktu yang berlangsung antara dua kedudukan matahari yang sama dan berturut-turut terhadap titik Aries adalah:

360                 x 365,25636 hari = 365,24220 hari

360+0,01396

= 365 hari, 5 jam 48 menit 46 detik.

Jadi perbedaan panjang tahun dengan tahun tropis = 365,25636 hari – 365,24220 hari = 0,001416 hari = 20 menit 23 detik setiap tahun. Inilah yang yang menjadi kacaunya Julian 5 Jam 48 menit 46 detik. Jadi perbedaan panjang tahun Syderis dengan tahun tropis = 365,25636 hari – 365,24220 hari = 0,001416 hari = 20 menit 23 detik setiap tahun. Inilah yang menjadi kacaunya tahun Julian, yang kemudian diperbaiki oleh Greogorius XIII setelah 16 abad lamanya.

Sistem Perhitungan Penanggalan Masehi

Melakukan perhitungan untuk menentukan hari dan pasaran untuk tiap-tiap awal bulan masehi. Perhitungan untuk mencari hari dan pasaran ini dapat dilakukan dengan beberapa cara; Antara lain:

1.       Ketentuan Umum

a.       1 tahun masehi = 365 hari (basithoh), februari = 28 hari atau 366 hari (kabisat), februari = 29 hari.

b.      Tahun kabisat adalah bilangan tahun yang habis dibagi 4 (misalnya 1992, 1996, 2000, 2004), kecuali bilangan abad yang tidak habis dibagi 4 (misalnya 1700, 1800, 1900, 2100 dst), selain itu adalah basithoh

c.       1 siklus = 4 tahun (1461 hari).

d.      penyesuaian akibat anggaran Gregorius sebanyak 10 hari sejak 15 oktober 1582 M serta penambahan 1 hari pada setiap bilangan abad yang tidak habis dibagi 4 sejak tanggal tersebut, sehingga sejak tahun 1900 sampai 2099 ada penambahan koreksi 13 hari (10 + 3).

2.      Menghitung Hari dan Pasaran

Menghitung hari dan pasaran pada tanggal 1 januari suatu tauhn dengan cara:

a.         Tentukan tahun yang akan dihitung

b.         Hitung tahun tam, yakni tahun yang bersangkutan dikurangi satu.

c.         Hitung berapa siklus selama tahun tam tersebut, yakni interval (tahun tam : 4)

d.         Hitung berapa tahun kelebihan dari sejumlah siklus tersebut

e.         Hitung berapa hari selama siklus yang ada, yakni siklus x 1461 hari

f.          Hitung berapa hari selama tahun kelebihan tersebut, yakni kelebihan tahun x 365 hari atau 1 tahun = 365 hari,  2 tahun = 730 hari, 3 tahun = 1095 hari, 4 tahun = 1461 hari.

g.         Jumlahkan hari-hari tersebut dan tambahkan 1 (tanggal 1 januari)

h.         Kurangi dengan koreksi Gregorian, yakni 10 + … hari

i.        Jumlah hari kemudian dibagi 7, selebihnya dihitung mulai hari sabtu atau 1 = sabtu, 2 = ahad, 3 =senin, 4 = selasa, 5 = rabu, 6 = kamis, 7 = jum’at, 0 = jum’at

j.           Jumlah hari kemudian dibagi 5, selebihnya dihitung mulai pasaran kliwon atau 1 = kliwon, 2 = legi, 3 =pahing, 4 = pon, 5 = wage, 0 = wage.

Contoh Perhitungan

Tanggal 1 januari 2004 M

Waktu yang telah dilalui = 2003 tahun, lebih 1 hari atau 2003 : 4 = 500 siklus, lebih 3 tahun, lebih satu hari.

500 siklus                   = 2003 tahun x 1461 hari         = 730500 hari

3 tahun                        = 3 x 365 hari                     = 1095     hari

1 hari                                                                           = 1           hari

Jumlah                                                                         = 731596 hari

Koreksi Gregorius      = 10 + 3                                   = 13         hari

Jumlah                                                                    = 731583 hari

731583 : 7 = 104551, lebih 6 = kamis, (dihitung mulai sabtu)

731583 : 5 = 146316, lebih 3 = Pahing, (dihitung mulai kliwon)

Jadi tanggal 1 januari 2004 jatuh pada hari kamis pahing.

Setelah hari dan pasaran pada tanggal 1 januari pada suatu tahun sudah diketahui, maka untuk menentukan hari dan pasaran pada tanggal 1 bulan-bulan berikutnya, dapat digunakan jadwal berikut ini, tetapi harus diketahui tahun yang dicari itu tahun kabisat atau basithoh.

Berikut jadwal yang dimaksud.

Bulan

Basithoh

Kabisat

Hari

Pasaran

Hari

Pasaran

JanuariFebruariMaret

April

Mei

Juni

Juli

Agustus

September

Oktober

November

Desember

1

4

4

7

2

5

7

3

6

1

4

6

1

2

5

1

1

2

2

3

4

4

5

5

1

4

5

1

3

6

1

4

7

2

5

7

1

2

1

2

2

3

3

4

5

5

1

1

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: