Home

Sejarah Telur Paskah

Gambar-Telur-Paskah-Ala-Ukrania-300x225

Paskah senantiasa dicirikan dengan telur Paskah. Sejarah telur Paskah ini beragam. Ada yang mengatakan dari tradisi kesuburan kaum Indo-Eropa dan Persia. Kala itu orang biasa saling menghadiahkan telur pada saat perayaan musim semi, yang bagi mereka juga menandai dimulainya tahun yang baru.

Ada yang mengatakan perayaan Paskah yang sekarang ini merupakan hasil adopsi gereja-gereja terhadap salah satu festival suku Saxon, Eropa Utara. Festival ini ditujukan untuk menghormati dewi musim semi, dewi Eastre. Itulah sebabnya gereja-gereja berbahasa Inggris masih menggunakan istilah Easter dalam menyebutkan Paskah. Paskah sendiri sebenarnya sudah ada sejak zaman Perjanjian Lama. Paskah dapat diartikan sebagai dilepaskan, yaitu bangsa Israel yang dilepaskan dari perbudakan di Mesir. Tetapi pada zaman Perjanjian Baru, Paskah merupakan perayaan kebangkitan Yesus Kristus.

Pada awalnya, yaitu pada abad kedua para misionaris Kristen mendatangi suku Teutonic, Roma Utara untuk menyebarkan agama Kristen. Supaya ajaran Kristen dapat diterima oleh penduduk lokal, maka para misionaris menggunakan adat istiadat penduduk setempat yaitu salah satunya dengan mentransformasikan festival Easter ini supaya selaras dengan doktrin Kekristenan. Kebetulan waktu pelaksanaan festival ini bertepatan dengan Paskah (kebangkitan Kristus).

Ada juga yang mengatakan sejarah telur Paskah dari Raja Edward I dari Inggris (1307). Yang lain mengatakan tradisi telur paskah berawal dari sebuah promosi perusahaan penghasil permen di Eropa, permen itu berbentuk telur menggunakan momen Paskah. Telur paskah juga diyakini berasal dari tradisi Amerika, di mana perayaan Paskah kerap dibarengi dengan migrasi Burung Undan yang meninggalkan banyak telur di kebun.

Orang Mesir dan Persia kuno memiliki tradisi menghias telur yang kemudian ditukarkan dengan temannya. Bangsa Mesir menguburkan telur di dalam kuburan mereka, sedangkan bangsa Yunani meletakkan telur di atas kuburan mereka. Sementara itu, bangsa Romawi memiliki pepatah yang mengatakan “semua kehidupan berasal dari telur”. Di kebanyakan kebudayaan, telur dianggap sebagai lambang kelahiran dan kebangkitan. Inilah sebabnya pada saat gereja mulai merayakan kebangkitan Kristus pada abad kedua, telur menjadi simbol yang populer. Orang Kristen Mesopotamialah yang mempelopori membagikan telur kepada orang lain pada perayaan Paskah untuk mengingatkan kebangkitan Kristus.Telur Paskah banyak dihias dengan menggunakan warna merah sebagai perlambang terhadap darah Kristus, sedangkan warna hijau merupakan perlambang terhadap tunas-tunas baru yang mulai tumbuh pada permulaan musim semi.

Makna Telur Paskah

1. Kebangkitan Kristus

Ritual Romawi mempunyai tata cara khusus untuk pemberkatan telur-telur Paskah:

“Kami mohon kepada-Mu, ya Tuhan, untuk menganugerahkan berkat-Mu atas telur-telur ini, menjadikannya makanan yang sehat bagi umat beriman, yang dengan penuh syukur menyantapnya demi menghormati Kebangkitan Tuhan kami Yesus Kristus.”

Makna telur Paskah yang terutama adalah menegaskan Kebangkitan Yesus Kristus. Sebagaimana Kristus bangkit dari kematian dan keluar dari kuburan (berbentuk bundar), begitupun dari dalam telur muncul anak ayam yang hidup. Media telur Paskah untuk memberitakan kebangkitan Yesus Kristus sangat efektif dan efisien di zaman sekarang, termasuk dikala penguasa dunia melarang Nama itu disebut.

2. Kehidupan Baru

Makna telur Paskah selanjutnya adalah adanya kehidupan baru. Kehidupan baru ini ditandai dengan menanggalkan manusia lama (keinginan daging) dan mengenakan manusia baru (hidup oleh Roh dan berbuah Roh). Bagi para leluhur kita yang belum mengenal ajaran Kristiani, sungguh merupakan peristiwa yang menakjubkan menyaksikan suatu makhluk hidup yang baru muncul dari suatu obyek yang tampaknya mati. Kehidupan baru ini mengingatkan umat Kristen untuk hidup dalam kasih Tuhan dan menghasilkan buah-buah Roh dalam kehidupan ini (kasih & buah Roh, lih. 1Kor 13:1-13, Gal 5:22-26).

3. Pengorbanan Ceria

Telur paskah bermakna pengorbanan ceria berdasarkan keceriaan Tuhan berkorban demi kebahagiaan umat manusia. Pengorbanan ceria ini dipraktekkan para orangtua ketika merelakan telur ayam diberikan kepada anak-anak sebagai hadiah Paskah. Kebiasaan ini berakar kuat di Jerman di mana telur-telur disebut “Dingeier” (telur-telur yang “dihutang”). Berikut adalah salah satu pantun anak-anak Austria ketika minta telur Paskah:

“Kami menyanyi, kami menyanyi lagu Paskah: Tuhan membuatmu sehat, kuat dan pintar. Penyakit dan badai dan segala yang jahat kiranya jauh dari kerabat, dan ternak dan ladang. Sekarang, berilah kami telur, yang hijau, yang biru dan yang merah; jika tidak, anak-anak ayammu akan mati semuanya”.

Pengorbanan Ceria ini juga dipraktekkan orang-orang dewasa Irlandia. Mereka berbagi berkat dengan memberi hadiah telur ditentukan menurut peribahasa kuno di kalangan rakyat Irlandia:

“Satu telur untuk pria sejati; dua telur untuk pria terhormat; tiga telur untuk yang miskin; empat telur untuk yang termiskin/pengemis.”

Pengorbanan ceria ini tentu tidak hanya berlangsung pada masa Paskah. Umat Kristen Modern terpanggil menjadikan pengorbanan ceria (bukan dgn terpaksa/sungut) sebagai karakter diri setiap hari.

4. Pemulihan Paskah (lewati masa beku)

Di negri yang mengenal 4 musim, telur merupakan simbol pergantian musim dingin yang membekukan ke musim semi. Orang Persia biasa saling menghadiahkan telur pada saat equinox musim semi, yang bagi mereka juga menandakan dimulainya tahun yang baru. Telur Paskah bermakna pemulihan bagi orang yang mengalami kebekuan hati, kepahitan hati, atau kedukaan. Kasih kembali dihangatkan untuk menikmati indahnya kehidupan, bertumbuh dan berbunganya tumbuh-tumbuhan. Bila anda sedang melihat telur Paskah, sadarilah bahwa Tuhan sedang memulihkanmu. Kesadaran itu akan mengundang senyumanmu.

5. Pencerahan Paskah (masuk musim cerah)

Di kebanyakan negara, telur-telur diberi warna polos dengan pewarna dari tumbuh-tumbuhan. Di kalangan orang Chaldean, Syria dan Yunani, kaum beriman saling menghadiahkan telur-telur berwarna merah demi menghormati darah Kristus. Warna-warna cerah yang menghiasi telur Paskah bermakna pencerahan. Pencerahan ini kita butuhkan dalam kegelapan hati dan pikiran. Kecerahan hati dan pikiran akan membuat kita menikmati hidup ini dalam suka maupun duka.

So, makna telur Paskah begitu dalam. Mari, meriahkan Paskah seperti Natal (selama 40 hari masa Paskah) dengan cara sederhana namun bermakna: berbagi telur Paskah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: