Home

Sejarah Bangsa-Bangsa Eropa

eur1
Sejarah Eropa kuno biasanya diawali oleh cerita-cerita dari Pulau Kreta yang kemudian diikuti oleh kebudayaan Yunani dan Romawi. Kerajaan-kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya beberapa abad sebelum Masehi dan menjadi kebanggaan orang-orang barat hingga hari ini. Semua kerajaan ini terletak di sekitar Laut Tengah atau Laut Mediteran. Namun, sebenarnya orang barat bukan hanya orang yang berasal dari daerah ini. Ada orang-orang Eropa yang berada di bagian utara dan barat yang merupakan nenek moyang bangsa Eropa saat ini. Lalu, ada di mana mereka dalam peradaban umat manusia saat itu?

Sebagian bangsa yang mendiami banyak daratan Eropa hingga abad pertengahan merupakan suku-suku Barbar dan nomaden. Mereka merupakan keturunan ras Arya dan telah datang ke daratan Eropa ribuan tahun yang lalu. Setelah tersebar ke seluruh daratan Eropa dan menyesuaikan dengan keadaan lingkungan mereka, mereka mulai mengembangkan bahasa dan kebudayaan mereka sendiri-sendiri.

Salah satu teori menjelaskan bahwa orang-orang Arya pada awalnya berasal dari India dan menemukan jalan mereka ke Eropa. Banyak dari mereka pergi terus ke utara dan menetap di sana sebagai pelaut. Orang-orang ini menempati daerah Skandinavia dan Laut Baltik. Mereka disebut sebagai Viking. Selain pandai berburu, orang-orang ini merupakan pelaut yang handal dan pemberani. Pelayaran mereka telah membawa mereka sampai ke benua Amerika jauh sebelum Colombus mencapai sana berabad-abad kemudian.

Orang-orang Arya ini kemudian menyebar ke seluruh penjuru Eropa dan terus berjalan ke selatan mencari daerah jajahan baru sebagai tempat kehidupan yang lebih layak. Bangsa Arya ini masih merupakan orang yang kurang berperadaban. Mereka adalah kumpulan orang Barbar yang gemar berperang dan percaya pada banyak hal-hal mistis. Mereka adalah para petarung yang kuat. Orang-orang ini berbadan besar dan menyukai tantangan. Sejarah persebaran mereka ke seluruh penjuru Eropa adalah kisah tentang kepahlawanan dan menjadi epik heroik yang diceritakan lisan anak cucu mereka secara turun temurun hingga hari ini.

Pasca runtuhnya kebudayaan maju bangsa Yunani, berbagai kerajaan di Eropa mencapai puncak kejayaannya. Bangsa Macedonia contohnya. Di bawah pimpinan Alexander, Macedonia telah menjadi salah satu buah bibir yang paling agung dalam sejarah barat pasca Yunani. Namun tidak ada yang melebihi kebesaran bangsa Romawi setelah itu. Romawi mendirikan kekaisaran yang sangat besar dan menjadi penguasa tunggal Eropa selama lebih dari delapan abad.

Pada masa pemerintahan Diocletian pada tahun (284-305) secara administrasi dia membagi Kekaisaran Romawi menjadi 2 yaitu Romawi Barat yang berpusat di Roma dan Romawi Timur yang berpusat di Constantinople. Kemudian perubahan paling drastis adalah yang dilakukan oleh Kaisar Constantine pada tahun 330 yang memindahkan ibukota Kekaisaran Romawi dari Roma ke Constantinople.

Perpecahan Kekaisaran Romawi dikukuhkan oleh Kaisar Theodosius I yang membagi Romawi mejadi 2 untuk kedua anaknya pada tahun 395. Romawi Barat dengan ibukotanya Roma diberikan kepada Honorius yang kemudian memindahkan ibukotanya ke Ravenna. Sedangkan Romawi Timur diberikan kepada Arcadius dengan ibukotanya Constantinople.

Setelah Romawi terbagi dua kekuatan militernya pun juga berkurang sehingga suku-suku yang berada di luar wilayah kekuasaan Romawi mulai merangsek masuk ke wilayah Romawi. Suku-suku yang paling kuat berasal dari daerah Jerman. Serangan-serangan secara periodik ke wilayah Romawi khususnya Romawi Barat sehingga menyebabkan runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat ini disebut sebagai Jaman Perpindahan Bangsa-bangsa.

Pada abad kelima Masehi, kekaisaran Romawi mulai limbung dan kehilangan kekuatan. Orang-orang Barbar dari berbagai suku mulai merongrong kekuasaan Romawi dan menancapkan pengaruh mereka. Orang-orang Barbar yang kurang berperadaban ini mulai menghancurkan tatanan birokrasi dan kebudayaan tinggi orang Romawi. Mereka telah menenggelamkan Eropa pada zaman kekacauan dan kehancuran. Setelah itu, kisah orang barat hanyalah kisah yang jarang tercatat dalam sejarah. Masa yang dikenal sebagai zaman kegelapan. Zaman ini merupakan kemunduran orang Barat hingga terjadinya Renaissans di akhir abad pertengahan.

Orang-orang Arya di Eropa yang berkelana dan menyebar di seluruh kekuasaan Romawi Eropa ini dikenal juga sebagai bangsa Germanik. German di sini tidak hanya meliputi orang-orang yang mendiamai wilayah negara Jerman hari ini, tetapi juga meliputi suku-suku lain yang berasal dari nenek moyang Arya yang sama. Beberapa suku bangsa Germanik yang besar dan berpengaruh dalam sejarah Eropa di zaman kegelapan diantaranya adalah Frank, Saxon, Vandal, dan orang-oran Goth yakni Visgoth dan Ostrogoth. Mereka memiliki kepercayaan Arianis yang pagan dan banyak percaya hal-hal mistis.

eur2

Suku-suku yang menyerang Romawi Barat disebut sebagai Suku-suku Jerman yang antara lain terdiri dari:

– Alamanni
– Alans
– Angles
– Avars
– Bulgars
– Burgundians
– Franks
– Frisians
– Gepids
– Huns
– Jutes
– Lombards
– Magyar
– Ostrogoths
– Saxons
– Slav
– Suebi
– Vandals
– Viking
– Visigoths

Suku Alamanni

Suku Alamanni berdiam di sebelah Utara sungai Main di Jerman. Mereka mulai menyerang teritori Romawi di Gaul dan Italia Utara tahun 268. Sebelumnya Alamanni dikalahkan oleh Kaisar Romawi Gallienus di Pertempuran Milan tahun 259. Tahun 271 Alamanni berhasil mengalahkan Kaisar Aurelian dan menginvasi Italia. Di tahun yang sama Aurelian membalas kekalahan dari Alamanni dan mengusirnya dari Italia. Tahun 356 Alamanni kembali berhasil mengalahkan Kaisar Romawi Julian dalam Pertempuran Reims. Setahun berikutnya Julian mengalahkan Alamanni dalam Pertempuran Strassbourg. Akhirnya Kaisar Romawi Barat Gratianus menuntaskan perlawanan Alamanni di tahun 378 dalam Pertempuran Argentovaria. Tahun 406 bersama-sama suku-suku yang lain Alamanni menyerang Romawi dan berdiam di Dataran Swiss. Tahun 496 Kerajaan Alamanni sepenuhnya ditaklukan oleh Clovis I dari suku Franks.

Suku Bulgars

Pada awal abad ke-2 suku Bulgars bermigrasi dari Asia Tengah ke dataran Eropa dan menempati daerah antara Danau Laut Kaspia dan Laut Hitam. Antara tahun 351 sampai 389 suku Bulgars menyeberangi dataran Kaukasus menuju daerah Armenia dan berasimilasi dengan penduduk setempat, Armenians. Sebagian suku Bulgars juga ikut dalam penyerangan Huns ke Eropa Tengah dan Barat. Setelah kemerosotan kekuatan Huns, Bulgars kembali ke Eropa Timur dan Tenggara. Pada akhir abad ke-5 Bulgars berperang melawan Ostrogoths sebagai aliansi Kekaisaran Byzantine. Pertengahan abad ke-6 Bulgars terpecah menjadi 2: Kutrigur dan Utigur. Di Barat Kutrigur jatuh dalam wilayah Avar dan menjadi berpengaruh terhadap Kerajaan Khaganate. Utigur jatuh dalam kekuasaan Kerajaan Gokturk tahun 568.

Suku Alans

Suku Alans berdiam di sekitar sungai Volga di sebelah utara Laut Hitam. Tahun 370, suku Huns yang berasal dari daerah Asia Tengah di bawah pimpinan Balamber mulai menginvasi. Adanya serangan tersebut membuat sebagian suku Alans bermigrasi ke arah Barat yaitu wilayah Gaul/Galia dan sebagian lagi bergabung dengan suku Huns. Di Gaul suku Alans terpecah lagi. Sebagian dibawah pimpinan Respendial bergabung dengan suku Vandals dan Suebi mereka menyerang wilayah Romawi Barat tersebut dan membagi daerah tersebut di antara mereka dan sebagian lagi di bawah pimpinan Goar bergabung dengan Romawi dan penerus Goar, Sangiban, membentuk aliansi dengan suku Burgundians dengan rajanya Gundaharius untuk berperang melawan Attila dari suku Huns di pertempuran Chalon tahun 451. Alans yang dipimpin oleh Respendial bergerak ke selatan ke semenanjung Iberia bersama suku Vandals dan Suebi. Alans menempati provinsi Lusitania dan Carthaginiensis, Vandals menempati Baetica dan Suebi menempati Gallaecia. Ketika terjadi perang dengan suku Visigoths pada tahun 418, raja Alans, Attaces, tewas dan suku Alans memberikan tahta raja Alans kepada raja suku Vandals, Gunderic. Akhirnya di bawah kepemimpinan raja Vandals, kedua suku bermigrasi ke Afrika Utara pada tahun 429.

Suku Huns

Suku Huns dan Alans melanjutkan kampanye serangan mereka ke suku Ostrogoths pada tahun 376 di wilayah Jerman Timur. Pada saat itu Ostrogoths dipimpin oleh Ermanaric yang tewas dalam serangan Huns dan digantikan oleh keponakannya Vithimiris yang juga tewas dalam pertempuran melawan Huns di tahun 376. Penggantinya adalah putranya, Viderichus yang masih kanak-kanak sehingga pemerintahannya dijalankan oleh Alatheus dan Saphrax. Akibat serangan Huns tersebut Ostrogoths bermigrasi ke wilayah Romawi Timur yaitu di semenanjung Balkan. Selanjutnya Huns sampai pada wilayah suku Visigoths yang dipimpin oleh Athanaric di sebelah Utara Laut Hitam. Visigoths mundur ke daerah Carpathians.

Pemimpin lain Visigoths, Fritigern memohon kepada Kaisar Romawi, Valens untuk tinggal sebagai pengungsi dari suku Huns di Balkan. Pada tahun 395 Huns memulai serangan besar-besaran terhadap Romawi Timur. Pada tahun 405 Huns terbelah menjadi 2 kelompok. Pertama dipimpin oleh Radagaisus yang ingin mempertahankan pekerjaan mereka sebagai kaum perang. Kedua dipimpin oleh Uldin yang mulai bekerja sebagai pedagang. Radagaisus bersama suku Vandals, Suebi dan Alans pergi ke wilayah Gaul/Galia tahun 406. Uldin yang dibantu oleh pasukan Romawi Timur mengalahkan Radagaisus dalam mempertahankan Italia dan mengalahkan pemberontak Goths yang dipimpin oleh Gainas. Tahun 408 Uldin mulai memberontak kepada Romawi Timur. Namun banyak pasukannya yang memberontak karena dibeli oleh Kaisar Romawi Timur. Kini kepemimpinan Huns berada di tangan Attila. Tahun 447 Huns memulai serangan ke Romawi Timur dan berakhir tahun 449 dengan penandantanganan Perdamaian Anatolius Ketiga. Selama ini Huns berdampingan dengan Romawi Barat karena mereka menjalin hubungan dengan Jenderal Flavius Aetius. Namun hubungan ini berubah pada tahun 450 ketika Honoria, saudari Kaisar Romawi Barat meminta pertolongan ke Attila dari ancaman senator dengan mengirimkan sebuah cincin. Tahun 451 Huns menyerang Gaul/Galia bersama dengan Franks, Goths, dan Burgundians kemudian mengepung Orleans. Romawi Barat di bawah Jenderal Flavius Aetius bergabung dengan suku Franks yang lain dan Visigoths di bawah pimpinan Theodoric menggempur suku Huns dalam Pertempuran Chalons. Huns mengalami kekalahan. Tak lama kemudian tahun 453 Attila meninggal dan digantikan oleh anaknya Ellak. Tahun 454 Huns digempur lagi oleh Ostrogoths dan Gepids yang dipimpin Theodemir pada Pertempuran Nedao sehingga hancurlah kekuatan Huns dan mengalami kemunduran. Huns kembali ke daerah di sebelah Utara Laut Hitam

Suku Ostrogoths

Setelah pada tahun 376 Ostrogoths bermigrasi ke Balkan, Ostrogoths menjadi bagian dari Huns. Namun setelah mempersiapkan kekuatan, Ostrogoths bangkit melawan Huns dipimpin oleh Theodemir di Pertempuran Nedao tahun 454 dan menghabisi kekuatan suku Huns. Putra Theodemir, Theodoric the Great yang selama ini dikarantina di Constantinople, dibebaskan tahun 488 oleh Kaisar Byzantine, Zeno, untuk merebut Italia dari Panglima Perang suku Jerman Odoakar. Tahun 493 Theodoric the Great menguasai Ravenna dan membunuh Odoakar. Di bawah Theodoric, Ostrogoths membangun kerajaan yang meliputi Italia, Sicilia dan Dalmatia. Mereka juga membangun hubungan baik dengan saudara lamanya, Visigoths. Kekuatan Ostrogoths mulai dipertimbangkan oleh Byzantine sehingga membentuk koalisi dengan suku Franks yang dipimpin oleh Clovis I. Setelah Visigoths kehilangan rajanya, Alaric II pada Pertempuran Vouille tahun 507 melawan Franks maka wilayah Visigoths jatuh ke tangan Theodoric the Great. Ostrogoths mengalami puncak kejayaan dalam masa kepemimpinan Theodoric the Great. Setelah wafatnya Theodoric the Great tahun 526, Visigoths dan Ostrogoths berpisah lagi. Visigoths dipimpin oleh Amalaric dan Ostrogoths dipimpin oleh cucu Theodoric the Great, Athalaric yang kemudian direbut oleh pamannya Theodahad. Konflik ini membuat Ostrogoths lemah sehingga dimanfaatkan oleh Kaisar Justinian I dari Byzantine untuk menyerang. Tahun 535 di bawah Panglima Belisarius pasukan Byzantine menyerang Ostrogoths. Byzantine berhasil merebut Roma dan Milan kemudian tahun 540 ibukota Ostrogoths, Ravenna dapat direbut. Ostrogoths kembali ke daerah Austria Selatan

Suku Visigoths

Setelah menjadi pengungsi di Dacia akibat serangan Huns tahun 376, di bawah pimpinan Fritigern membangun kekuatan Visigoths. Tahun 378 Visigoths menyerang Kaisar Romawi Valens dan menewaskannya di Pertempuran Adrianople. Sampai tahun 395 Visigoths dan Romawi berdamai. Tahun 408 Honorius memicu peperangan dengan membantai 30.000 keluarga barbarians. Alaric I raja suku Visigoths menyatakan perang. Tahun 410 Alaric I berhasil menguasai kota Roma sehingga ibukota Romawi dipindah ke Ravenna.

Sebelumnya tahun 409, kaisar Honorius meminta bantuan Visigoths untuk mengimbangi suku Vandals, Suebi dan Alans di semananjung Iberia atau Hispania. Akhirnya Visigoths menguasai semenanjung Iberia. Visigoths memperkuat diri untuk melepaskan diri dari Romawi. Tahun 475 di bawah raja Euric, Visigoths dapat mendirikan kerajaannya sendiri. Sampai pada tahun 507 kerajaan Visigoths diruntuhkan oleh suku Franks di bawah pimpinan Clovis I dalam Pertempuran Vouille. Raja Visigoths, Alaric II terbunuh dalam pertempuran itu. Penggantinya adalah Amalaric yang masih kecil sehingga secara de facto Visigoths berada di bawah kepemimpinan Theodoric the Great dari Ostrogoths. Tahun 554 Visigoths berhasil merebut daerah dari suku Suebi di Barat Laut semenanjung Iberia. Kerajaan Visigoths bertahan sampai tahun 711 ketika raja terakhirnya Roderic (Rodrigo) terbunuh dalam Pertempuran Guadalete melawan pasukan Muslim Umayah.

Suku Burgundians

Suku Burgundians semula menetap di dataran Skandinavia kemudian bermigrasi ke dataran Eropa. Tahun 369 Burgundians membantu Romawi dalam memerangi suku Alamanni. Setelah beberapa tahun Burgundian dikalahkan oleh Fastida dari suku Gepids. Burgundians muncul kembali pada saat Stilicho, Jenderal Romawi memerangi Alaric I dari Ostrogoths tahun 406-408. Kemudian Burgundians bermigrasi ke lembah sungai Rhein. Tahun 411 Gundahar, raja Burgundians yang bekerja sama dengan Goar raja Alans mengancam Kaisar Romawi, Jovinus sehingga memperoleh beberapa daerah di Eropa Barat. Kemudian Kaisar Honorius secara resmi menghadiahkan daerah-daerah tersebut kepada mereka. Burgundians mulai memberontak dan berakhir tahun 436 ketika Jenderal Romawi Flavius Aetius bersama dengan pasukan Huns memerangi mereka. Tahun 437 raja Burgundians, Gundahar meninggal dalam pertempuran. Tahun 443 Aetius mengampuni mereka dan memberi daerah di kota Lyon.

Raja baru mereka Gundioc atau Gunderic. Sebagai aliansi dengan Romawi mereka bertempur bersama-sama dengan Flavius Aetius dan suku Visigoths. Terutama sekali dalam memerangi Attila dari suku Huns dalam Pertempuran Chalons tahun 451. Selain itu, mereka membantu raja Visigoths Theodoric II dalam memerangi suku Suebi tahun 455. Antara tahun 457 sampai 472 pemimpin-pemimpin Burgundians terlibat intrik dengan penguasa di Roma. Ricimer dan Gundobad mengambil tahta Avitus dan menggantinya dengan Majorian. Tak selang berapa lama Ricimer membunuh Majorian. Kaisar selanjutnya Anthemius dibunuh oleh Gundobad dan mengangkat Glycerius. Tahun 474 pengaruh Burgundians berakhir dengan digantinya Glycerius oleh Julius Nepos. Tahun 500 Burgundians terlibat perang dengan Franks. Tahun 507 Burgundians dan Franks bergabung untuk menggempur raja Visigohts, Alaric II. Saat itu wilayah Burgundians meliputi Utara Italia, sebelah Barat Swiss dan Prancis Tenggara. Tahun 543 mereka ditaklukan Franks yang dipimpin Clovis I dan menjadi bagian dari Kerajaan Merovingian.

Suku Franks

Semula suku Franks tinggal di sebelah Utara dan Timur sungai Rhein. Tahun 357 suku Franks menyebrangi wilayah Romawi. Tahun 358 Romawi menerima mereka sebagai bagian dari Romawi. Akhir abad ke-5 mereka memperluas wilayah termasuk Belanda sebelah Selatan sungai Rhein, Belgia, dan sebelah Utara Gaul. Pada abad ke-5 beberapa suku kecil Franks mendirikan kerajaan mereka di Cologne, Tournai, Cambrai. Raja suku Franks Tournai, Childeric I berperang bersama-sama dengan Panglima Wilayah Perang Romawi, Aegidius. Kemudian Childeric dan anaknya, Clovis, memberontak kepada Romawi dan mengalahkan Panglima Perang mereka Syagrius tahun 486/487. Clovis kemudian membunuh raja Franks Cologne, Chararic dan raja Franks Cambrai, Ragnachar. Tahun 490-an Clovis sudah menguasai seluruh suku Franks kecuali Repuarian Franks dan mendirikan kerajaan Merovingian. Tahun 507 Clovis mengusir Visigoths Gaul Selatan dalam Pertempuran Vouille. Kemudian Clovis membagi kerajaannya kepada keempat anaknya. Tahun 534 anak-anak Clovis bersatu untuk mengalahkan Burgundi.

Setelah itu kerajaannya terpecah kembali menjadi 3 bagian: Austrasia, Neustrasi, dan Burgundy. Tahun 613 suku Franks bersatu lagi di bawah raja Chlothar II. Sejak tahun 687 setelah Pertempuran Tertry, suku Franks mengalami kemunduran di mana rajanya tidak berkuasa dan kekuasannya secara tidak langsung berpindah ke kepala Istananya. Tahun 751 Kepala Istana Pepin si Pendek menggantikan Childeric III, raja terakhir Merovingian dan mendirikan kerajaan Carolingan.

Suku Lombard

Suku Lombard semula berdiam di mulut sungai Elbe. Sejak abad ke-2 suku-suku Jerman bergabung suku-suku yang lebih besar seperti Franks, Alamanni, Bavarii dan Saxons. Dari tahun 166-489 tidak ada catatan sejarah dari suku Lombard dikarenakan mereka berdiam di pedalaman Jerman atau karena mereka bergabung ke suku yang lebih besar seperti Saxons. Sekitar tahun 300 Lombard berkembang melawan Saxons di bawah raja Agelmund. Pertengah kedua abad ke-4 suku Lombard mulai bermigrasi karena panen yang buruk. Pada tahun 489 mereka bermigrasi dengan rute: Scoringa, Mauringa, Golanda, Anthaib, Banthaib, Vurgundaib. Ketika sampai di Vugundaib mereka diserang suku Bulgars dan raja Agelmund tewas. Kekalahan ini membuat mereka bergabung dengan Huns untuk sementara membangun kekuatan di bawah kepemimpinan Laimicho. Setelah kuat mereka menyerang Huns dan menang. Tahun 540-an, Audoin memimpin Lombard menyebrangi sungai Danube ke daratan Pannonia di mana mereka menerima bantuan dari Byzantine untuk memerangi suku Gepids. Tahun 560 Lombard dipimpin oleh Alboin mengalahkan Gepids. Musim Gugur 568 Alboin memimpin Lombard dan suku-suku lain seperti Bavarii, Gepids, Saxons dan Bulgars menyerang Italia Utara karena mereka diusir dari Pannonia oleh suku Avars. Tahun 569 mereka menguasai pusat Romawi di Italia Utara, Milan. Tahun 572 mereka menguasai Italia dan mendirikan kerajaan mereka dengan ibukota Pavia.

Mereka kemudian mendirikan beberapa duchy (daerah pemerintahan yang lebih kecil) di Friuli, Vicenza, Verona, Brescia, Spoleto, Benevento. Tahun 572 Alboin terbunuh. Sampai tahun 584 para duchy tidak memilih raja. Baru ketika ancaman datang dari suku Franks mereka memilih cucu Alboin, Authari. Selama tahun 584 sampai 643 suku Lombard terlibat beberapa kali pertempuran dengan Byzantine dan Franks. Tahun 661 setelah kematian raja Airpert I, kerajaan Lombard dibagi 2 untuk anaknya Perctarit yang memimpin di Milan dan Godepert yang memimpin di Pavia. Liutprand memimpin Lombard mulai tahun 712. Dia membantu Charles Martel mengusir kaum Arab. Penggantinya Aistulf berhasil merebut Ravenna tapi kemudian dikalahkan oleh suku Franks yang dipimpin Pippin III. Raja terakhir Lombards adalah Desiderius. Dia merebut kembali Ravenna dan mengakhiri kekuasaan Byzantine di Italia Utara dan tahun 772 dia menguasai Roma. Paus Hadrian I kemudian meminta bantuan Charlemagne dan mengalahkan Lombards di Pertempuran Susa dan mengepung Desiderius di Pavia. Tahun 774 Lombards menyerah dan kekuasaan Lombards sepenuhnya jatuh ke tangan Franks dengan rajanya Charlemagne.

Suku Saxons

Pada abad ke-2 suku Saxons berdiam di sebelah Utara sungai Elbe. Tahun 356 mereka disebutkan membangun aliansi bersama Magnentius yang menjadi saingan Kaisar Julian di Gaul. Selama abad ke-4 dan awal abad ke-5 Saxons dikenal sebagai pembajak dan panglima perang di Gaul dan Britain. Mulai tahun 555 Saxons terlibat perang dengan Franks di Jerman Utara. Raja Franks Chlothar II akhirnya memenangi perang ini. Pada tahun 569 Saxons bersama dengan Lombard mereka memasuki Italia. Tahun 572 karena terpecah belah mereka dikalahkan oleh Jenderal Romawi Mummolus. Perdamaian terbentuk ketika kekuatan Saxons mulai bersatu kembali dan menetap di Austrasia. Tahun 573 mereka pindah ke Gaul dalam 2 kelompok. Beberapa Saxons sudah berada di Gaul sebelumnya. Tahun 463 raja Saxons Eadwacer mengalahkan suku Angers.

Beberapa tahun kemudian Saxons mulai meninggalkan Gaul menuju Britain karena suku Franks mulai memperluas kekuasaannya. Sebagian masih menetap di Gaul sebagai bagian dari kerajaan Franks, Merovingian. Saxons bersama dengan suku-suku lain seperti: Angels, Jutes, Frisians mulai bermigrasi ke Britanin ketika kekuasaan Romawi mulai runtuh.

Suku Suebi

Sebagian besar suku Suebi sampai tahun 406 menetap di sebelah kanan sungai Rhein. Kemudian bersama suku Vandals, Alans menyebrangi sungai Rhein dan menuju ke Gaul Utara. Tahun 573 mereka kembali ke semenanjung Italia. Tahun 409 dipimpin raja Hermeric, suku Suebi menuju semenanjung Iberia. Mereka menetap di Barat Laut Hispania dan menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Romawi di bawah Kaisar Honorius tahun 438. Tahun 448 suku Suebi diperintah oleh raja Rechiar, cucu Hermeric. Tahun 456 Rechiar memulai peperangan dengan Visigoths, Burgundians dan Romawi. Tahun 570 raja Visigoths, Leovigild mulai menyerang Suebi. Tahun 575 raja Suebi, Miro membuat perdamaian dengan Leovigild. Tahun 585 mereka ditaklukan oleh kerajaan Visigoths dengan raja terakhir Suebi, Malaric.

Suku Vandals

Sejak abad ke-2 SM Vandals menetap di tanah Polandia. Vandals terbagi menjadi 2 kelompok yaitu Silingi dan Hasdingi. Selama Peperangan Macromannic, Silingi menetap di Jerman dan pada abad ke-2 Hasdingi dipimpin oleh raja Raus dan Rapt bergerak ke Selatan menyerang Romawi di sungai Danube. Tahun 271 mereka berdamai dan Vandals menetap di Dacia Barat dan Pannonia. Pada masa pemerintahan Constantine the Great, suku Vandals diserang oleh raja Gothic, Geberic dan raja Vandals, Visimar, tewas. Tahun 401 mereka dipimpin Godigisel bergerak ke arah Barat akibat serangan suku Huns dan kelompok Silingi mulai bergabung lagi. Tahun 406 mereka bergerak memasuki Gaul dan mendapat perlawanan dari suku Franks. Godigisel meninggal dalam sebuah pertempuran. Dengan bantuan suku Alans, Vandals mengalahkan Franks dan menginvasi Gaul di bawah pimpinan Gunderic. Tahun 409 mereka memasuki semenanjung Iberia.

Mereka menerima daerah Romawi dengan menjadi bagian dari Romawi. Hasdingi di sebelah Barat Laut, Silingi di Selatan dan Alans di Barat. Tahun 426 Visigoths mengalahkan Alans dan membunuh raja mereka sehingga tahta Alans diberikan ke raja Gunderic. Vandals kemudian berpindah ke Afrika Utara dan mendirikan kerajaan di sana. Tahun 430 Vandal menyebrangi Gibraltar untuk menyerang Romawi. Selama 14 bulan mereka mengepun kota Hippo Regius. Tahun 435 perjanjian damai dibuat. Tahun 439 Vandals mengambil alih Carthage dan menjadikannya sebagai ibukota. Tahun 455 ketika terjadi intrik politik di Roma di mana Kaisar Valentinian III dibunuh oleh Petronius Maximus, Vandals menyerang dan menduduki Roma. Tahun 468 Vandals memulai peperangan dengan Romawi Timur. Tahun 476 mereka berdamai. Huneric menggantikan ayahnya, Gunderic tahun 477. Pada tahun 523-533 terjadi perebutan tahta. Hilderic raja yang sah berperang dengan anggota keluarga yang lain Hoamer. Ketika Hoamer kalah perang dari bangsa Arab, kelompok Arianisme memimpin pemeberontakan dan sepupu Hoamer, Gelimer dijadikan raja. Hilderic yang condong ke Katolik ditumbangkan dan dibunuh tahun 533. Hal ini mengundang perang dengan Byzantine yang Katolik. Tahun 533 Belisarius, panglima perang Byzantine berhadapan dengan Gelimer. Vandals menang namun dua saudara dan keponakannya, Ammatas, Tzazo dan Gibamund tewas dalam pertempuran. Tahun 534 Gelimer menyerah dan mulai saat itu Visigoths menjadi bagian dari Byzantine.

Suku Avars

Suku Avars terbentuk di Asia Tengah pada jaman peradaban kuno (Classical Civilization). Tahun 557 mereka sampai di daerah Utara Kaukasus dan bekerja sama dengan Byzantine mengalahkan suku Bulgars. Tahun 562 mereka menguasai padang rumput Ukraina dan pangkal sungai Danube. Kemudian mereka mulai mendatangi daerah Balkan namun oleh Kaisar Byzantine, Justinian I, mereka didorong ke Utara ke Jerman. Mereka kemudian menginginkan daerah Carpathians namun suku Gepids telah menguasainya. Tahun 567 mereka bergabung bersama Lombards mengalahkan suku Gepids dan merayu Lombards untuk menetep di Italia Utara. Tahun 580 di bawah kepemimpinan Bayan, Avars mendirikan supremasinya di Austria memimpin suku Slavic, Hunno-Bulgars dan suku-suku kecil Jerman. Sebelumnya tahun 568 Avars merebut Dalmatia yang memotong jalur Byzantine ke Italia Utara. Tahun 584 raja Avars selanjutnya, Bayan II menguasai Singidunum dana Viminacium karena Byzantine menolak untuk menambah jumlah bantuan. Tahun 590-an Avars mundur karena Kaisar Maurice melakukan kampanye di Balkan. Tahun 626 kerjasama Avars dan Persians untuk mengepung Constantinople gagal. Sekitar tahun 630-an the Great Khan Kubrat, raja Bulgars, memimpin serangan kejutan bagi Avars dan mengakhiri kekuasaan Avars di daratan Pannonia.

Suku Gepids

Tahun 260 bersama dengan Goths, Gepids menginvasi daerah Dacia. Pada abad ke-4 di bawah raja Fastida, Gepids hampir memusnahkan suku Burgundians. Tahun 375 mereka bergabung dengan Huns dan Ostrogoths. Gepids dengan rajanya Ardaric berada di pihak Huns ketika terjadi Pertempuran di Chalons tahun 451. Setelah Attila, raja Huns, meninggal tahun 453 maka Gepids memberontak terhadap Huns dan mengalahkan Huns di Pertempuran Nedao tahun 454. Kemenangan ini menempatkan Gepids di dataran Carpathians. Permusuhan dengan Ostrogoths muncul kembali. Tahun 504 mereka diusir oleh Theodoric the Great, raja Ostrogoths. Tahun 537 mereka memulihkan kekuatan dan menetap di Beograd. Sirmium dijadikan ibukota kerajaan Gepids dengan rajanya Cunimund. Tahun 546 Byzantine yang beraliansi dengan Lombards berusaha mengusir Gepids dari tanahnya. Tahun 552 mereka mengalami kekalahan yang buruk di tangan Alboin, raja Lombard dan sepenuhnya ditaklukan oleh Lombards tahun 567. 

Suku Magyar

Suku Magyar adalah suku pengembara penunggang kuda dari stepa di Kazakstan modern. Dalam upaya mencari tempat tinggal baru, mereka menyerang Eropa Tengah. Di bawah Pangeran Arpad pada akhir abad ke-9, mereka menduduki daerah yang kini disebut dengan Hongaria. Suku Magyar yang hanya berjumlah 25.000 orang berhasil mengalahkan suku Slavic dengan menggunakan taktik cepat dan serangan mengejutkan. Kemudian, mereka mulai menyerang Jerman, Italia, dan Perancis untuk memperoleh budak dan kekayaan. Selama beberapa dasawarsa, mereka menjarah sejumlah biara dan menghancurkan daerah pertanian, menyiksa dan membunuh penduduk. Mereka bergerak sangat cepat. Mereka hanya dapat diserang ketika sibuk mengangkut barang jarahan. Kaisar Jerman Otto I berhasil mengalahkan suku Magyar pada 955. Di bawah Pangeran Geiza (972-997), suku Magyar membentuk perdamaian, memeluk agama Kristen, dan bermukim sebagai penguasa yang memerintah suku Slavic. Pada tahun 1000, Paus Sylvester II menobatkan Stephen I sebagai Raja Magyar dari Hongaria. Pemerintahan Stephen membawa perdamaian dan kemakmuran. Ia kemudian diangkat menjadi santo (orang suci). Pada abad ke-13, Hongaria menjadi bangsa kuat. Namun, pada 1241, suku Mongol datang menyerbu, dan menghancurkan negeri ini seperti yang pernah dilakukan suku Magyar sebelumnya.

Suku Slav

Suku Slav pertama kali bergerak ke Eropa dari Asia Barat sekitar 2000 SM, pada masa yang hampir sama dengan perpindahan bangsa Yunani ke Yunani. Suku Slav bermukim di utara (kemungkinan di Polandia modern, di mana mereka mungkin menjadi tetangga suku Goth).

Sekitar 100 atau 200 M, suku Slav melintasi Pegunungan Karpathia menuju tempat yang kini menjadi Slowakia dan Romania. Dari sana, mereka terkadang melakukan penyerbuan ke Yunani Romawi. Dengan runtuhnya Romawi dan adanya tekanan dari suku Avar dan suku Hun, suku Slav menyeberangi sungai Danube pada 500-an M, dan kemudian banyak dari mereka yang bermukim di Yunani dan Balkan (Serbia, Bosnia, dan Albania modern). Di wilayah ini mereka memerangi Romawi.

Pada akhir 700-an dan awal 800-an, suku Slav menghalau serbuan Carlemagne, yang kekaisarannya berbatasan dengan bagian barat wilayah Slav. Charlemagne menawan banyak orang Slav dan membawa mereka ke Prancis sebagai budak sehingga kata budak dalam bahasa Prancis adalah esclave. Bangsa Slav juga berhasil menangkap sejumlah orang Prancis dalam peperangan tersebut, yang mereka jadikan budak juga. Suku Slav menyebut budak mereka rob, yang merupakan akar kata untuk “robot.”

Sebagian besar suku Slav terus tinggal di Eropa Timur, di mana mereka secara berangsur-angsur terbagi menjadi tiga kelompok utama dengan bahasa yang berbeda-beda, yaitu suku Slav Polandia di utara, Slav Balkan di selatan, dan Slav Rusia di Timur. Sebagian besar orang Slav Balkan pada akhirnya dikuasai oleh Kekaisaran Romawi, sementara suku Slav Polandia dan Slav Rusia berhasil mendirikan kekaisaran mereka sendiri. Semua suku Slav ini memeluk Kristen sebelum 1300 M.

Suku Viking

Viking merupakan suku bangsa India-Eropa dari Skandinavia (Denmark, Norwegia, dan Swedia modern) yang sekitar 400-an M mulai melakukan penyerbuan rutin melalui laut ke berbagai wilayah di Eropa, bahkan hingga ke Laut Tengah dengan menyerbu Sisilia dan Italia selatan. Suku Viking mulai menyerang pesisir Atlantik Prancis selatan sekitar 400 M, dan juga pesisir timur Inggris.

Pada tahun 799 M, suku Viking Denmark mulai menyerang suatu wilayah yang waktu itu disebut Frisia, kawasan pantai Eropa yang kira-kira terbentang dari Denmark sampai Belanda. Dari sana, mereka mengarungi sungai-sungai seperti Loire serta Seine dan menjarah kota serta desa hingga ke pedalaman Eropa. Pada tahun 845 M, orang-orang Viking bahkan menjarah Paris. Raja Frank, Charles the Bald, membayar mereka dengan 3.000 kilogram perak agar mereka pergi dari kota itu. Namun, mereka kembali dan menjarah bukan hanya Paris, melainkan juga daerah-daerah luar kota sejauh Troyes, Verdun, dan Toul. Suku Viking berlayar ke Spanyol dan Portugal, dan menyerang kedua daerah itu untuk pertama kalinya pada tahun 844 M. Mereka menjarah beberapa kota kecil dan bahkan menduduki Seville untuk sementara. ”Akan tetapi,” kata Cultural Atlas of the Viking World, ”para pejuang Arab mengadakan perlawanan yang sengit sampai-sampai orang-orang Viking segera mundur, pasukan mereka nyaris dihancurkan.” Meskipun demikian, mereka kembali pada tahun 859 M – kali ini dengan sebuah armada yang terdiri atas 62 kapal. Setelah memporak porandakan beberapa bagian dari Spanyol, mereka menyerang Afrika Utara; dan meskipun kapal mereka sudah dipenuhi jarahan, mereka pergi ke Italia dan menjarah Pisa serta Lina (sebelumnya Luna).

Suku Viking dari Swedia berlayar ke arah timur melalui Laut Baltik menuju jalur perairan besar di Eropa Timur – sungai Volkhov, Lovat’, Dnieper, dan Volga. Akhirnya, mereka sampai di Laut Hitam dan negeri-negeri kaya Imperium Bizantium. Beberapa saudagar Viking bahkan mencapai Bagdad melalui Sungai Volga dan Laut Kaspia. Akhirnya, para kepala suku Swedia menjadi penguasa atas negeri Slav yang luas, yakni Dnieper dan Volga. Para penyerbu ini disebut Rus, suatu istilah yang beberapa orang yakini sebagai asal kata ”Rusia” – ”Tanah Orang Rus”. Pada 860 M, cabang Viking lainnya bermigrasi ke Rusia untuk berdagang dengan Konstantinopel. Di Rusia, suku Viking secara berangsur-angsur bercampur dengan suku Slav yang tinggal di sana, dan mendirikan negara Rusia. Bersama-sama, suku Slav dan Viking melayari Laut Hitam, di mana mereka berdagang dengan berbagai orang dari timur di sepanjang Jalur Sutra seperti orang Samaniyah. Viking menjual bulu dan wol kepada orang Samaniyah, dan orang Samaniyah menjual sutra dari Cina kepada Viking.

Suku Viking dan Slav juga menyerbu wilayah Romawi Timur di sekitar Konstantinopel, meskipun mereka tidak mampu merebut kota tersebut. Dengan cepat Kekaisaran Bizantium menyewa orang Viking sebagai tentara. Banyak Viking yang bertempur untuk Bizantium pada Pertempuran Manzikert melawan Seljuk pada 1071 M. Sekitar 1100 M, sebagian besar Viking telah memeluk Kristen. Pada 1000 M, beberapa suku Viking bermukim di Perancis utara, dan mereka kemudian disebut orang Norman, atau Northman, sedangkan wilayahnya disebut Normandy hingga masa kini. Mereka juga memeluk Kristen. Pada masa tersebut, beberapa suku Viking berlayar ke barat ke wilayah seperti Islandia dan Greenland, bahkan hingga sejauh Nova Scotia, di Kanada modern. Beberapa pria Viking menikahi perempuan lokal di sana. Suku Viking juga bermukim di Islandia dan Greenland, tapi hanya tinggal sebentar di Kanada, karena orang-orang Inuit di sana terlalu kuat bagi mereka, serta karena periode pendinginan global yang dimulai sekitar 1300 M menjadikan lautan terlalu beku untuk kapal-kapal mereka.

%d bloggers like this: