Home

Rubella

Rubella (German measles) Causes, Symptoms, Diagnosis, Treatment, Prevention (1)

Rubella atau Campak Jerman atau Campak 3 hari adalah infeksi yang menyerang terutama kulit dan kelenjar getah bening. Campak Jerman umumnya memiliki dampak lebih ringan dan tidak fatal. Umumnya pun terjadi pada anak usia 5 sampai 14 tahun. Hal ini disebabkan oleh virus Rubella, berbeda dengan Campak yang disebabkan virus Rubeola.

Virus Rubella, sebuah toga virus yang menyelimuti dan memiliki genom RNA beruntai tunggal. Virus ini ditularkan melalui jalur pernapasan dan bereplikasi di nasofaring dan kelenjar getah bening. Virus ini ditemukan di dalam darah 5 sampai 7 hari setelah infeksi dan menyebar ke seluruh tubuh. Virus memiliki sifat teratogenik dan mampu melintasi plasenta dan menginfeksi janin yang mana menghentikan sel dari berkembang atau menghancurkan mereka.

Setelah masa inkubasi 14-21 hari, gejala utama infeksi virus Rubella adalah munculnya ruam (exanthem) pada wajah yang menyebar ke batang tubuh dan anggota badan dan biasanya memudar setelah tiga hari. Gejala lain termasuk demam ringan, pembengkakan kelenjar (limfadenopati leher rahim pasca), nyeri sendi, sakit kepala dan konjungtivitis, umumnya nafsu makan anak akan menurun karena terjadi pembengkakan pada limpa. Kelenjar bengkak atau kelenjar getah bening bisa bertahan sampai seminggu dan demam jarang naik di atas 38 °C (100,4 °F). Ruam menghilang setelah beberapa hari tanpa pewarnaan atau mengupas kulit.

Rubella dapat menyerang siapa saja dari segala usia dan umumnya merupakan penyakit ringan, jarang terjadi pada bayi atau mereka yang berusia di atas 40. Semakin tua seseorang adalah gejala yang mungkin lebih parah. Sampai dengan sepertiga anak perempuan lebih tua atau wanita mengalami nyeri sendi atau gejala jenis rematik dengan Rubella. Virus ini dikontrak melalui saluran pernafasan dan memiliki masa inkubasi 2 sampai 3 minggu. Selama periode inkubasi, pembawa virus dapat menular walau mungkin tidak menunjukkan gejalanya.

Lebih mengkhawatirkan bila Rubella menyerang wanita hamil karena virusnya bisa menular pada janin melalui plasenta. Bisa terjadi keguguran. Bila janin tertular maka anak yang dilahirkan akan mengalami Sindrom Rubella Kongenital dengan kelainan-kelainan, misalnya mata bayi mengalami katarak, tidak bisa mendengar, terjadi pengapuran di otak, juga banyak terjadi anak-anak tumbuh dengan keterbelakangan perkembangan.

Pencegahan dan penanganan penyakit Rubella adalah,

  • Berikan imunisasi MMR pada usia 12 bulan dan 4 tahun. Vaksin rubella merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak. Vaksin MMR diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun.
  • Walau Rubella tidak seberapa menular, tetap karantina penderita supaya tidak menulari orang lain, selama selang waktu 7 hari sebelum dan sesudah ruam muncul.
  • Berikan parasetamol saat demam diatas 38,5 °C dan anak gelisah atau rewel.
  • Berikan banyak cairan. Bisa minuman, atau makanan berkuah banyak.
  • Uapi ruangan/kamar untuk meredakan hidung tersumbat.

Pencegahan dan penanganan khusus penderita wanita usia subur/ibu hamil adalah,

  • Wanita usia subur bisa menjalani pemeriksaan serologi untuk Rubella. Jika tidak memiliki antibodi, diberikan imunisasi dan baru boleh hamil 3 bulan setelah penyuntikan.
  • Vaksinasi sebaiknya tidak diberikan ketika ibu sedang hamil atau kepada orang yang mengalami gangguan sistem kekebalan akibat kanker, terapi kortikosteroid maupun terapi penyinaran.

Sebaiknya setiap anak perempuan harus mendapat vaksinasi Rubella. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya Rubella serta melindungi janin yang dikandungnya kelak. Tak hanya pada perempuan, vaksinasi Rubella pun penting bagi kaum pria. Gunanya mencegah agar tidak terserang Rubella dan menulari sang istri yang mungkin tengah hamil nanti

Tidak mungkin untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang menderita penyakit Rubella karena banyak orang bahkan tidak menyadari penyakit ini. Jika berada dalam keraguan apakah terinfeksi penyakit Rubella, pemeriksaan antibodi dalam darah akan memberikan jawabannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: